top of page

"Yesus Memberi Makan Empat Ribu Orang"

Bacaan : Markus 8 : 1 - 10


Saudara-saudari yang terkasih,


Bacaan ini menceritakan Yesus yang memberi makan empat ribu orang. Kita tentu tahu bahwa ada cerita serupa dalam 4 Injil yang menceritakan Yesus memberi makan 5 ribu orang. Nah kisah Yesus memberi makan 4 ribu orang ini hanya ada di 2 Injil yakni Markus dan Matius. Meski kedua kisah ini serupa, tapi tidak sama. Terdapat beberapa perbedaan yang menunjukkan bahwa kedua kisah ini adalah kisah yang berbeda. 


Perbedaan pertama, dalam kisah Yesus memberi makan lima ribu orang menurut Lukas, Yesus dikatakan menyingkir ke Betsaida untuk menyendiri. Sedangkan dalam kisah ini, ditarik dari kisah dari perikop sebelumnya, Yesus berjalan dari Dekapolis. Kedua daerah itu adalah daerah yang saling berseberangan jika dilihat dari peta sekitar Danau Galilea. 

Perbedaan kedua, bisa dilihat dari makanan yang dibagikan. Dalam kisah Yesus memberi makan lima ribu orang, tersedia lima roti dan dua ikan, dengan sisa makanan sebanyak dua belas bakul. Sedangkan dalam kisah ini, tersedia tujuh roti dan beberapa ikan kecil, dengan sisa makanan juga tujuh bakul. 

Perbedaan ketiga, terlihat dari alasan Yesus dalam memberi orang banyak ini makan. Cerita Yesus memberi makan lima ribu orang, tidak ada alasan yang jelas mengapa Yesus mau memberi orang-orang banyak ini makan. Kalaupun ada, rasa belas kasih Yesus ditunjukkan adalah belas kasih untuk memberikan pengajaran atau makanan rohani karena orang banyak sudah mengikuti-Nya sejauh ini. Selain itu, Yesus hanya berkata dengan tegas kepada para muridnya “Kamu harus memberi mereka makan!” 

Sedangkan dalam cerita Yesus memberi makan empat ribu orang ini, Yesus dengan jelas berkata bahwa "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.” Artinya belas kasihan karena melihat orang-orang kelaparanlah menjadi alasan mukjizatnya ini. 


Saya melihat setidaknya ada dua perspektif dalam memaknai bacaan ini. Perspektif pertama, kita menggunakan perspektif orang-orang yang mengikuti Yesus. Disebutkan bahwa orang-orang ini telah mengikuti Yesus selama tiga hari tanpa membawa makanan. Ketika menemukan hal ini, saya teringat pada pengalaman saya berjalan tiga hari tanpa membawa makanan yakni pengalaman peregrinasi saat TOR. Tentu ada bedanya antara saya dan orang-orang yang mengikuti Yesus dalam bacaan. Saya melakukannya karena itu adalah perintah formator, sedangkan orang-orang dalam bacaan ini berjalan selama tiga hari tanpa perintah dan dengan keinginan sendiri tentunya. Disini saya melihat bahwa mengikuti Yesus tentu adalah sesuatu yang tidak bisa dianggap mudah, dan itu berarti harus meninggalkan bekal dan semua penopang hidup yang kita miliki. 


Perspektif kedua adalah melihat dari perspektif Yesus, rupanya Yesus pun tidak akan membiarkan atau tidak peduli dengan nasib kita yang berusaha mengikutinya itu. Yesus tahu perjuangan kita yang sulit dan dia sendiri yang akan menyediakan bekal bagi kita. Belas kasihan Yesus yang memberi makan bukan semata-mata supaya orang-orang yang mengikuti-Nya tetap setia padanya, melainkan benar-benar belas kasihan yang peduli pada nasib orang-orang itu. 

Sehingga kita tidak perlu khawatir. Mengikuti Yesus memang berat, seperti pekerjaan dan proses belajar kita disini, tapi Yesus tidak akan membiarkan kita mati. 


Maka teman-teman sebagai penutup, silahkan teman-teman merenungkannya secara pribadi 

  1. Bagaimana rasanya mengikuti Yesus sampai sejauh ini?

  2. Bagaimana teman-teman merasakan Yesus yang selalu memperhatikan hidup dan panggilan teman-teman 


Oleh : Fr. Aloysius Gonzaga Rikito Teguh Santosa


Gambar	: Jumat Pertama 2026
Gambar : Jumat Pertama 2026

Komentar


bottom of page