top of page
Cari


Hanya Hadir, tetapi Berarti
Bacaan: Lukas 1 : 39 - 46 Teman-teman yang terkasih di dalam Kristus, Saya kira hal yang paling mahal yang bisa kita berikan kepada orang lain adalah waktu dan diri kita sendiri. Mengapa hal ini mahal? Karena waktu adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa kita ulang kembali. Waktu akan terus bergerak maju, dan setiap momen yang sudah terjadi tidak akan pernah bisa kita hadirkan kembali. Berdasarkan pengalaman pribadi, sering kali kita berusaha mempertimbangkan di mana kit

Seminari Tinggi KAJ
10 Sep2 menit membaca


Berhenti untuk Melihat
Bacaan: Markus 10:46-52 Saudara/i yang terkasih dalam Kristus, Bacaan ini saya gunakan karena menarik untuk membayangkan bagaimana Yesus yang sedang berjalan menuju Yerikho, bersama para murid dan banyak orang, kemudian muncul seorang pengemis bernama Bartimeus yang ‘berteriak’ pada mereka. Semua orang menyuruh dia diam, tapi Yesus tidak menganggapnya sebagai gangguan. Ia justru berhenti dan memanggilnya. Setelah Bartimeus datang, Yesus bertanya, “Apa yang kaukehendaki supay

Seminari Tinggi KAJ
2 Sep2 menit membaca


"BERIMAN DALAM GELAP "
Bacaan : Markus 10:46-52 Saudara-saudara yang terkasih, Saya memulai puncta ini dengan sebuah pertanyaan kekaguman yang muncul ketika saya membaca kisah ini: Bagaimana Bartimeus yang buta bisa memiliki iman yang begitu besar kepada Yesus? Pertama, Ia tidak pernah melihat Yesus, tidak tahu wajah-Nya seperti apa, dan tentu belum pernah menyaksikan secara langsung mukjizat-mukjizat yang dilakukan-Nya. Satu-satunya cara Bartimeus mengenal Yesus adalah lewat cerita orang-orang di

Seminari Tinggi KAJ
31 Mei3 menit membaca


"Barangsiapa Haus, Hendaklah Ia Datang Kepada-Ku"
Bacaan : Yoh 7:37–39 Saudara-saudari yang terkasih, Mungkin teman-teman pernah merasakan hari yang penuh kegiatan, ada pelayanan, pertemuan, memimpin doa, membantu sesama. Dari luar, semuanya berjalan baik. Tapi malam itu, ketika semuanya selesai dan sepi, ada rasa yang sulit diberi nama. Bukan sekadar lelah. Lebih dalam dari itu. Semacam kosong. Yesus berbicara tepat dari titik itu. Saya teringat sebuah catatan di buku refleksi saya di Mertoyudan. Romo pamong saya pernah

Seminari Tinggi KAJ
23 Mei2 menit membaca


Belajar Kerendahan Hati dari Rasul Paulus
Mari mohonkan rahmat kerendahan hati secara autentik. A. Pengantar Pada hari Kamis sampai Sabtu yang lalu (14-16 Mei), saya mengikuti Temu Dewan Legioner. Salah satu materi yang menarik bagi saya dari Pertemuan Dewan Legioner adalah sesi dari Bapa Uskup tentang moto imamat Bapa Uskup. Dalam pertemuan Dewan Senatus, Bapa Uskup menyampaikan sebuah pertanyaan yang tajam sekaligus menggugah bagi saya secara pribadi, yakni: apakah Rasul Paulus sungguh konsekuen antara apa yang ia

fr. Christopher Mikael
21 Mei3 menit membaca
bottom of page
