"BERIMAN DALAM GELAP "
Bacaan : Markus 10:46-52 Saudara-saudara yang terkasih, Saya memulai puncta ini dengan sebuah pertanyaan kekaguman yang muncul ketika saya membaca kisah ini: Bagaimana Bartimeus yang buta bisa memiliki iman yang begitu besar kepada Yesus? Pertama, Ia tidak pernah melihat Yesus, tidak tahu wajah-Nya seperti apa, dan tentu belum pernah menyaksikan secara langsung mukjizat-mukjizat yang dilakukan-Nya. Satu-satunya cara Bartimeus mengenal Yesus adalah lewat cerita orang-orang di
Seminari Tinggi KAJ
1 hari yang lalu3 menit membaca


"Barangsiapa Haus, Hendaklah Ia Datang Kepada-Ku"
Bacaan : Yoh 7:37–39 Saudara-saudari yang terkasih, Mungkin teman-teman pernah merasakan hari yang penuh kegiatan, ada pelayanan, pertemuan, memimpin doa, membantu sesama. Dari luar, semuanya berjalan baik. Tapi malam itu, ketika semuanya selesai dan sepi, ada rasa yang sulit diberi nama. Bukan sekadar lelah. Lebih dalam dari itu. Semacam kosong. Yesus berbicara tepat dari titik itu. Saya teringat sebuah catatan di buku refleksi saya di Mertoyudan. Romo pamong saya pernah
Seminari Tinggi KAJ
23 Mei2 menit membaca


Belajar Kerendahan Hati dari Rasul Paulus
Mari mohonkan rahmat kerendahan hati secara autentik. A. Pengantar Pada hari Kamis sampai Sabtu yang lalu (14-16 Mei), saya mengikuti Temu Dewan Legioner. Salah satu materi yang menarik bagi saya dari Pertemuan Dewan Legioner adalah sesi dari Bapa Uskup tentang moto imamat Bapa Uskup. Dalam pertemuan Dewan Senatus, Bapa Uskup menyampaikan sebuah pertanyaan yang tajam sekaligus menggugah bagi saya secara pribadi, yakni: apakah Rasul Paulus sungguh konsekuen antara apa yang ia
fr. Christopher Mikael
21 Mei3 menit membaca


"Apakah Kebenaran itu?"
Bacaan :Yohanes 18:28-38a Kata Pilatus Kepada-Nya; Apakah kebenaran itu? Rekan-rekan yang terkasih, satu hal yang bisa kita refleksikan dari peristiwa Salib Yesus adalah tanggapan kita di hadapan kebenaran sejati. Setiap pribadi dari kita kerap kali memiliki kebenaran yang kita yakini sendiri. Seperti mereka yang menyerahkan Yesus kepada Pilatus. Mereka datang dengan kebenaran yang hendak mereka bela. Demi kebenaran yang mereka bela, mereka rela mengorbankan satu orang
Seminari Tinggi KAJ
4 Apr2 menit membaca


" Sabda Bahagia"
Bacaan: Matius 5: 1-12 Saudara-saudari yang terkasih, Saya bertanya-tanya mengapa peristiwa bahagia yaitu Kabar Sukacita diletakan di tengah masa pra-paskah yang identik dengan kesedihan, penyesalan, dan dukacita. Antara kedua momen tersebut nampak bersifat kontradiktif. Akan tetapi, saya merasa bukan itu tujuan dari penempatan momen Kabar Sukacita di tengah masa pra-paskah, bukan bertujuan untuk mengganti suasana dan sikap hati secara drastis, tetapi mengingatkan kita p
Seminari Tinggi KAJ
31 Mar2 menit membaca


