"Apakah Kebenaran itu?"
- Seminari Tinggi KAJ

- 16 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Bacaan :Yohanes 18:28-38a
Kata Pilatus Kepada-Nya; Apakah kebenaran itu?
Rekan-rekan yang terkasih, satu hal yang bisa kita refleksikan dari peristiwa Salib Yesus adalah tanggapan kita di hadapan kebenaran sejati.
Setiap pribadi dari kita kerap kali memiliki kebenaran yang kita yakini sendiri. Seperti mereka yang menyerahkan Yesus kepada Pilatus. Mereka datang dengan kebenaran yang hendak mereka bela. Demi kebenaran yang mereka bela, mereka rela mengorbankan satu orang demi kebenaran tersebut.
Ada juga yang menanggapi kebenaran itu seperti Pilatus. Pilatus tahu kebenaran dari polemik Yesus. Dia tahu bahwa Yesus sebenarnya tidak bersalah. Akan tetapi dia meninggalkan kebenaran itu demi keagungan jabatan duniawi.
Ada juga para murid Yesus yang sudah tau kebenaran tentang siapa itu Yesus. Namun mereka hanya diam tidak bekutik bahkan sampai menyangkal karena takut untuk membela yang benar.
Saat ini kita ada dipihak yang mana berhadapan dengan kebenaran itu? Apakah kita adalah pribadi yang membela kebenaran kita sendiri sampai mengorbakan yang lain? Apakah kita adalah pribadi yang lari dari kebenaran sejati karena hal-hal duniawi? Atau seringkali kita hanya menjadi orang yang terdiam ketika berhadapan dengan kebenaran di depan mata kita?
Pada akhirnya pribadi Yesus sekali lagi memberi teladan kehidupan untuk kita. Dengan peristiwa sengsara dan Wafat-Nya di Salib kebenaran itu dibelanya dengan Cinta Kasih. Pengorbanan Yesus di Salib adalah bukti bahwa Yesus itu membela kebenaran yang sejati. Dari Yesus kita belajar kebenaran sejati itu hanya dapat dicapai dengan Cinta Kasih. Manusia tidak akan pernah bisa memahami kebenaran yang sejati tanpa Cinta. Sebab tanpa Cinta Kasih kebenaran hanya dapat menjadi alat untuk menjatuhkan, kebenaran hanya akan menjadi alat untuk membungkam, dan tanpa Cinta Kasih kebenaran hanya akan menjadi alat untuk memenjarakan.
Sekali lagi, sengasara dan wafat-Nya adalah bukti bahwa kebenaran harus dibela dengan Cinta Kasih. Oleh karena itu marilah kita berdoa memohon kekuatan kepada Kristus Sang penebus, agar kita dapat menjadi pribadi yang tidak menyalibkan orang lain karena kebenaran. Kita mohon agar pundak kita dikuatkan supaya kita kuat untuk membela Kebenaran dengan Cinta Kasih. Kita mohon agar hati kita juga dikuatkan agar kita selalu menyadari bahwa seluruh Salib yang hadir dalam kehidpuan kita itu, kita panggul bersama Yesus yang membela kebenaran dengan Cinta-Nya kepada Kita.
Oleh :Fr. Kristoforus Bimo Rosarian





Komentar