top of page
Cari


"Mengabdi pada Tuhan atau Mencari Pujian Manusia ?"
Bacaan : Matius 6:16-18 Saudara-Saudari yang terkasih, Teman-teman terkasih hari ini kita merayakan Hari Rabu Abu menjadi tanda dimulainya masa Prapaskah masa pantang dan puasa selama 40 hari. Ketika saya membaca dan merenungkan bacaan Injil ini saya teringat momen ketika saya SMA mengikuti kejuaraan Taekwondo. 1 bulan sebelum kejuaraan dimulai pelatih menyuruh saya berpuasa makan makanan yang berminyak dan pantang untuk begadang dengan tujuan supaya stamina saya tetap terja

Seminari Tinggi KAJ
18 Feb2 menit membaca


"Yesus Memberi Makan Empat Ribu Orang"
Bacaan : Markus 8 : 1 - 10 Saudara-saudari yang terkasih, Bacaan ini menceritakan Yesus yang memberi makan empat ribu orang. Kita tentu tahu bahwa ada cerita serupa dalam 4 Injil yang menceritakan Yesus memberi makan 5 ribu orang. Nah kisah Yesus memberi makan 4 ribu orang ini hanya ada di 2 Injil yakni Markus dan Matius. Meski kedua kisah ini serupa, tapi tidak sama. Terdapat beberapa perbedaan yang menunjukkan bahwa kedua kisah ini adalah kisah yang berbeda. Perbedaan pe

Seminari Tinggi KAJ
12 Feb2 menit membaca


Dilema Yoab: Kesetiaan Profesional versus Ketaatan pada Kehendak Belas Kasih
Kisah kematian Absalom bukan sekadar drama politik keluarga Daud. Di dalamnya, ada cerminan tentang arti kesetiaan sejati, yang diuji dalam ketegangan antara efisiensi, ketaatan formal, dan kehendak hati yang berbelas kasih.

fr. Bima Laiyanan
2 Feb3 menit membaca


Pelita yang Redup
Saya membagi renungan ini menjadi 2 bagian. Bagian pertama adalah buah permenungan dari ayat 21-23. Bagian kedua adalah buah permenungan dari ayat 24-25. Ayat 21-23 mengajak kita untuk mendengarkan perumpamaan tentang pelita. Pada zaman Yesus, Pelita adalah alat penerang yang umum dipakai oleh orang Yahudi. Meskipun, terangnya redup, tetapi cukup untuk menghalau kegelapan malam. Perumpamaan ini mengingatkan saya akan Yohanes 1:5 “Terang itu bercahaya dalam kegelapan dan kegel
fr. Vincentius Aditya Manubowo
28 Jan2 menit membaca


Belajar Menyusun Kata untuk Mewartakan Makna
Bapak H. Witdarmono sedang meninjau artikel pada 21 Januari 2026. Pada tanggal 19-21 Januari 2026, komunitas Seminari Tinggi Keuskupan Agung Jakarta unit Cempaka Putih Barat dan Timur mengadakan kursus jurnalistik. Kegiatan ini menghadirkan Bapak Henricus Witdarmono sebagai narasumber. Selama tiga hari, para frater dibekali keterampilan menulis yang efektif dan argumentatif melalui materi teori jurnalistik, etika, serta teknik menulis berita, feature, dan opini. Sebagai pemat

fr. Christopher Mikael
24 Jan1 menit membaca
bottom of page
